Kamis, 14 April 2016

Empat Pasirah Terakhir

     Dalam sejarah Uludanau, sulit didapatkan tulisan mengenai marga Sindang Danau. Padahal sejak Merdeka, desa ini betsama dengan desa Pematang Danau, Muara Sindang, Cokoh Enau, Tebat Layang dan Tanjung Harapan termasuk dalam marga Sindang Danau.  Marga itu sendiri dipimpin oleh Pasirah. Kekuasaan Pasirah secara wilayah mirip dengan kekuasaan Camat sekarang. Akan tetapi kalau camat bersipat administratif, maka pasirah mempunyai kekuasaan jauh lebih besar. karena disampingnsebagai kepala daerah, pasirah juga mempunyai wewenang  menangkap seperti kepolisian dan menghukum seperti hakim.  Makanya pada jaman itu seorang pasirah amat disegani oleh masyarakat.               Tercatat ada empat pasirah Marga Sindang Danau yang terakhir, yaitu H. Hasanawi, Baharudin, M. rasyid Setia Adat dan yang terakhir Rizani Has.  Setelah masa kepemimpinan pasirah Rizani berakhir, kedudukan marga dihapus. Berganti dengan kpala desa. Akan tetapi kekuasaan kepala desa berbeda dengan kekuasaan pasirah.  Kekuasaan kepala desa jauh lebih kecil. Dia hanya memimpin desa saja. Dan hak kepolisian dan kehakiman tidak dimiliki oleh kepala desa.
             ,                                                                                            

Empat Pasirah Terakhir

Sabtu, 26 Oktober 2013

Aku Bersyukur

Hidupku mencari sesuatu            
Yang tak kunjung selesai
Aku menatap
Sejauh harap
Akan sampaikah kepada tujuan
Padahal aku banyak beban

Jumat, 25 Januari 2013

Polantas Simpang Charitas


Kisah Sedih bercampur Geli.

Sore itu, aku agak terburu buru. Meeting di hotel Imara Sahid akan dimulai jam lima petang. sedangkan aku masih di Simpang Charitas pada pukul lima lewat sepuluh. tetapi aku tidak dapat berjalan cepat. sebab lalu lintas amat padat.
   
     Aku baru saja tiba di lampu merah Charitas, ketika tiba tiba kulihat seorang Polantas memberhentikan seorang lelaki pengendara Vario yang membonceng seorang wanita. Aku tidak tahu, apa kesalahan pengendara Vario itu. Yang jelas dia kaget. Apalagi pak Polisi sangat dekat didepannya. Bahkan kedua tangan pak polisi langsung memegang setang Vario itu. Karena belum berhenti benar, vario itu oleng. kemudian terhempas diatas jalan aspal bersama dengan pengendaranya dan perempuan yang dibonceng, bruk...k.!!! Ternyata ada satu lagi tubuh yang ikut terjerambab, yaitu pak polantas!  sesaat kemudian pak polisi, pengendara vario dan wanita yang dibonceng bangun berdiri. Pengendara Vario m arah dengan pak polisi. Dia merasa olah polisi itu membuat dia terjatuh. Entah merasa bersalah atau tidak, pak polantas  langsung mendekati motor yang terguling yang mesinnya masih hidup. Dia mencoba menegakkan vario itu dengan memegang kedua stangnya. Mungkin karena gugup, tak sengaja tangannya memutar gas vario. Dan......motor itu pun terlonjak kedepan. BRUAA...K!!!  motor itu terhempas sekali lagi ke aspal. BUK....!!! Tubuh pak polisi pun ikut terjerambab. Lelaki pengendara vario yang tadinya marah menjadi terlongong. Dua polantas lain yang berada di pos penjagaan berlarian mendekat. Mereka menegakkan vario, kemudian mendorongnya ke pinggir. Sementara pak polisi yang tadi dua kali terjatuh, berjalan terpincang pincang kearah pos jaga. Meninggalkan Pengendara motor yang ditangkapnya. Nampaknya pak polantas harus bergegas ke rumah sakit untuk mengobati luka lukanya.

     Selanjutnya lampu hijau di depanku menyala. Akupun melanjutkan perjalanan.


Minggu, 30 Desember 2012

Antara Ulu danau Dan Jakarta

                            Antara Ulu danau Dan Jakarta                                                                                      


     Mungkin aneh dan lucu, membandingkan Ulu danau dengan Jakarta. Jakarta adalah Kota metropolitan. Ibukota negara Indonesia. Di Kota ini semua ada. Dari gedung gedung yang menjulang tinggi. Mal mal mewah bertebaran di mana mana. Mobil mobil mahal yang mengkilap berseleweran dijalan raya yang beraspal licin.  Pokoknya Jakarta adalah Kota besar yang megah. Sedangkan Ulu danau......., ah, dia hanya sebuah desa kecil yang terpencil. Kalau Jakarta terkenal dimana mana diseluruh penjuru dunia, Maka Uludanau manalah orang tahu, dimana desa kecil itu berada. Di buku
Peta pun desa ini tak tercantum.      Akan tetapi desa kecil itu ada. Dan sesungguhnya banyak terdapat
Persamaan antara Jakarta dengan Uludanau. Apakah itu .?
     Di Jakarta  banyak ruangan dingin terutama di Mal, perkantoran, hotel dan lain lain.. Karena tempat tempat tersebut dipasang ac dengan bermacam merek. Di Uludanau pun Tuhan menganugrahi penduduk desa tersebut dengan hawa sejuk Dan dingin. Bedanya kalau di Jakarta untuk mendapatkan hawa sejuk harus mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk biaya listrik dan ac, sedangkan di Uludanau hawa dingin tersebut didapat dengan gratis. Sehingga orang Uludanau sangat hemat dengan tenaga listrik.
     Kalau di Jakarta ada pemandian air panas. Ini biasanya disediakan oleh hotel hotel berbintang dan rumah rumah mewah. Sudah tentu hal ini diperlukan biaya yang tidak murah. Untuk mandi diair panas, kita mesti membayar mahal kamar hotel berbintang. Dan di Uludanau Ada pula pemandian air panas yang disebut oleh penduduk setempat dengan aik Jehijeh. Nah, mandi di aik Jehijeh tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Sudah gratis sehat pula. Karena Aik Jehijeh bukan hanya menghangatkan dan membersihkan. Akan tetapi aik jehijeh dapat mengobati sakit kulit, stres dan flu ringan.
     Ada satu Lagi persamaan antara Jakarta Dan Uludanau yaitu di Jakarta banyak jembatan layang yang disebut juga Fly over. Di Uludanau ada pula Jembatan bambu yang dipasang di sungai Cangkah Kanan. Kalau berjalan meniti jembatan ini, biasanya bambu bambunya bergoyang. Hingga Kita yg berjalan diatasnya terasa melayang. Oleh karena itu, jembatan inilah yang patut disebut Jembatan Layang.
     Kira kira itulah beberapa Hal persamaan Antara ULudanau Dan JAkarta. Sebetulnya masih banyak persamaan lainnya. Tetapi saya tugaskan Kepada para pembaca untuk mencarinya lagi. Mudah bukan ?!








Jakarta, 30 Desember 2012